Imajinasi Pemimpi

Imajinasikan mimpimu, mimpikan imajinasimu

Selasa, 01 Maret 2011

Tempat Paling Damai

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah berlimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis yang berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut.

Ketika sayembara telah usai, sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaganya bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung- gunung yang menjulang tenang disekitarnya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.
Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua.

"Wahai Raja, kenapa Raja memilih lukisan nomor dua?"

Sang Raja menjawab, "Kedamaian bukan berarti kau harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pun pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meskipun kau berada di tengah-tengah keributan luar biasa."

Jumat, 25 Februari 2011

Akulah harapan


Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai." "Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.Lilin yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: ”Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!”
lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
"Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."

”Akulah HARAPAN.“

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Selasa, 22 Februari 2011

Malam

Dingin
Kelam
Basah
Itulah malam yang mungkin akan hadir lagi
Sumbangkan hitam dilangit
Membatasi hari
Memberikan dadanya untuk purnama
Memberikan suara untuk srigala malam
Menyampaikan syahduh untuk lagumu


Adalah malam
Yang dinanti oleh berjuta kelelawar
Dan mungkin oleh kupu-kupu malam

Adalah malam
Dimana harapan di kobarkan
Untuk menemui esok
Merajut kekuatan
Untuk embun di pagi hari

Kamis, 17 Februari 2011

Apakah Cinta Sejati itu?

Pada suatu hari Aristoteles bertanya pd Gurunya : "Apakah Cinta Sejati itu?"
Guru: Berjalanlah lurus di taman Bunga yg Luas, Petiklah 1 bunga yg Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang !
Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan
kembali dgn tangan hampa..
Guru: mana Bunganya?
Aristotles menjawab: Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tpi aku berfikir, didepan ada yg LEBIH Bagus lagi....ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi adalah yg terbaik, tapi aku.tidak bisa kembali lg ke belakang...
Guru: seperti itulah Cinta Sejati,
semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya.. :)
Jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah mahligai perkawinan, ‎​janganlah sekali-sekali mencoba tuk berpaling kelain hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.
Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih, hanya karena pesona cinta semu disekitarmu, karena itu hanya dipermukaan saja yang kau lihat.
Perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi dari cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali sebuah perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu.
Jangan pernah sia-siakan cinta yg pernah tumbuh dihatimu..
Karena waktu tidak akan pernah berputar dan kembali.....:)

Rabu, 16 Februari 2011

Mengalirlah Cinta


Mengalirlah engkau cinta
Di seluruh pembuluh darahku
Mengalirlah engkau cinta
Di seluruh organ tubuhku
Di hatiku
Di otakku
Di jiwaku
Hingga aku mati

Mengalirlah engkau cinta
Biarkan diriku basah olehmu
Biarlah aku terendam olehmu
Karena engkau cinta
Yang sanggup menghidupkanku
Atau bahkan membunuhku
Memberiku bahagia
Bahkan derita

Mengalirlah cinta

Minggu, 13 Februari 2011

Mencintai adalah kesempatan atau pilihan?

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Blue Valentine


Tak bolehkah aku menangis, karena aku laki-laki?
Bila sedih ini telah merambat di sekujur nadi
Bila rindu ini tlah menjadi bangkai busuk
Dalam separuh hatiku yang tersisa
Kini, menghitung detik bagai setiap sayatan
Melukai jiwa yang tlah rapuh

Kau tlah pergi
Membawa separuh hati sehatku
Kau tlah pergi
Sebelum ucapkan selamat tinggal

Wahai rembulanku
Kau masih dalam mimpi-mimpi malamku
Walau kau tak benar-benar ada
Seperti jiwaku yang tak benar-benar hidup

Aku merindumu
Wahai oh bidadariku
Tunjukkan jalan menuju surga
Dan ijinkan aku menjemputmu

Wahai oh belahan jiwaku
Masihkah rambutmu membius semua hidung duniawi?
Masihkah lekuk tubuhmu membuai setiap insani?
Masihkah senyummu menaklukkan para ego?
Masihkah kelembutanmu meluluhkan pada hati berkarang?
Masihkah matamu mampu meruntuhkan sang rembulan?

Wahai oh pelangiku
Aku tlah mengirim air mataku
Agar kau tahu,
Bahwa aku merindumu
Bahwa aku disini sendiri
Mengenangmu

Ketika malam valentine tiada berarti
Karena mawarku itu telah layu
Karena lilin itu tlah padam
Dan malam tlah semakin pekat
Tanpa gemintang
Hanya ada bias biru
Valentine tapi biru

Sabtu, 12 Februari 2011

Beda

Tuhan sengaja menciptakan agama di dunia dan membiarkan berkembang menjadi berbagai macam aliran. Tuhan tidak hanya menciptakan satu agama saja sehingga jangan pernah memaksakan agama anda pada orang lain karena Tuhanpun telah memberikan kita keanekaragaman itu.
Saya sangat heran ketika ada oknum-oknum dari agama tertentu yang mengklaim agamanya paling benar dan menginginkan semua makluk yang ada di dunia ini untuk menganut agamanya. Bila sekedar mengklaim agamanya yang paling benar, mungkin bisa dimengerti karena memang seharusnya kita harus yakin pada agama yang kita anut dengan sepenuh hati. Itu artinya kita beranggapan bahwa agama kitalah yang paling benar. Dan itu adalah sangat wajar (dan bahkan akan menjadi tidak wajar kalau kita tidak yakin dengan agama kita sendiri). Namun bukan berarti kita berkoar-koar diluar sana dengan menentang agama-agama lain yang ada. Menjelekkan, mendiskriditkan, menghina ataupun tindakan-tindakan buruk lainnya hanya untuk “menyerang” agama lain.
Agama adalah hak asasi setiap manusia yang ada di muka bumi ini, tidak ada suatu lembaga ataupun orang perorang yang dapat memaksakan suatu agama kepada orang lain. Kita sering mengagungkan suatu agama namun menomor duakan Tuhan. Dengan dalih agama kita sering justeru melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan. Banyak contoh yang bisa kita lihat pada kehidupan kita sehari-hari dimana relatif banyak orang yang mengagungkan agama ketimang Tuhannya. Contoh sedehana dan bahkan tidak pernah kita sadari, saya jabarkan dibawah ini: kalau anda sepakat dengan statemet berikut maka mungkin contoh ini ak.an menjadi relevan. Kita sepakat bahwa bumi dan manusia diciptakan oleh Tuhan? Kita sepakat bahwa segala perbedaan (dalam segala apapun baik jenis kelamin, warna kulit, bahasa, adat istiadat bahkan agama) yang ada di dunia ini adalah kesengajaan yang juga diciptakan Tuhan? Kalau (hanya) kedua statemet itu kita sudah sepakat jawabannya “Ya”, maka pertanyaannya mengapa kita masih memaksakan sesuatu (dalam hal ini agama) kepada orang lain yang menurut kita benar sedangkan Tuhan sendiri sengaja menciptakan perbedaan (agama) itu. Karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Bila Tuhan menginginkan di dunia ini hanya ada satu agama, maka akan terjadi seperti itu. Tapi kenyataan ada ratusan atau bahkan ribuan agama dan kepercayaan yang ada di dunia ini. Tidak ada satu manusiapun yang sanggup menyeragamkannya.
Banyak diantara penganut-penganut agama mengklaim bahwa agamanya yang benar dan megutuk agama lain dan orang-orang yang tidak bertuhan. Seperti saya katakan di atas bahwa kita harus mempercayai kebenaran agama kita, namun tidak ada alasan menganggap bahwa agama lain adalah agama sesat. Banyak diantara kita yang lahir menjadi Islam, kristen, budha, Hindu karena orang kita memang memeluk salah satu agama tersebut. Salahkah bila kita memeluk salah satu agama tersebut karena orang tua kita memang menginginkannya. Hampir tidak ada orang tua yang menjadikan anaknya memeluk agama yang berbeda dengan dirinya. Anak hasil dari pernikahan beda agamapun akan memeluk agama dari salah satu orang tuanya. Hal ini membuktikan bahwa kita sebenarnya sudah “ditakdirkan” untuk memeluk suatu agama tertentu dan bukan karena kemauan kita. Sedangkan kebenaran-kebenaran agama kita dapatkan dari dokrin-dokrin selama kita memeluk agama tersebut sehingga menambah keyakinan kita.
Perbedaan karena agama sebenarnya tidak berbeda dengan perbedaan-perbedaan yang timbul akibat hal lain seperti warna kulit, anatomi tubuh, bahasa, ideologi, kebiasaan, atau perbedaan lain seperti kaya, miskin, cantik, jelek, pandai, bodoh dan lain-lain. Selain karena “warisan” orang tua, kita memeluk agama juga dikarenakan karena kita melihat, mendengar, atau merasakan keberadaan agama tersebut. Bagaimana kita bisa memeluk agama “A” kalau kita tidak pernah melihat, mendengar atau merasakan agama “A” tersebut. Kita makan nasi karena selama ini yang kita dengar dan lihat adalah orang-orang yang makan nasi. Mungkin kita akan familiar makan kentang bila lingkungan kita juga makan kentang seperti yang terjadi di belahan benua eropa. Mengapa orang Indonesia lebih memilih nasi ketimbang makanan lain sebagai makanan utama? Banyak faktor yang memang melatar belakangi. Beberapa diantaranya karena nasi adalah makanan turun temurun dari generasi ke generasi dengan sejarahnya tersendiri. Kemudian faktor lain karena faktor geografis indonesia juga melatar belakangi mengapa kita mengkonsumsi nasi sebagai makanan utama dan bukan daging. Bila letak geografis kita berada di kutup utara, mungkin makanan pokok kita adalah daging karena nasi tidak akan memberikan cukup energi untuk mengusir rasa dingin. Di suatu negara mempunyai jenis makanan tertentu menjadi makanan pokok sehingga dimungkinkan ada makanan paling enak dan paling bergizi yang menjadi makanan pokok suatu negara kita tertentu. Sebut saja makanan itu dengan makanan “A”. mengapa kita mejadi makanan pokok kita itu dengan makanan “A” yang sangat enak dan bergizi itu? Jawabannya adalah karena kita bahkan tidak pernah mendengar makanan “A” tersebut, bagaimana kita bisa memakannya? Bagaimana kita bisa memeluk agama “A” kalau kita belum pernah mendengar, melihat atau merasakan kehadiran agama tersebut? Suatu agama akan menjadi suatu “kebenaran” bila kita sudah benar-benar mengetahui dan mempercayainya. Bila ada orang yang tidak mempercayai agama anda mungkin karena ia belum mengetahui luar-dalam agama anda. Dan saya pikir, orang tersebut tidak berdosa karena tidak memeluk agama seperti agama anda kalau orang tersebut telah mempercayai bahwa agamanya adalah agama yang benar. Atau orang tersebut sebenarnya kurang mempercayai agamanya namun tidak mengenal agama anda. Mungkin ia dilahirkan di pedalaman sehingga yang ia tahu Cuma anismisme ataupun dinamisme. Bagaimana ia memeluk agama seperti agama yang anda peluk bila mengenal nama agama andapun tidak. Berdosakah ia menurut anda? Walaupun anda yakin bahwa orang selain agama anda adalah berdosa?

Agama di jalankan berdasarkan kepercayaan, namun tak semua ajaran hanya di ’percaya’ saja tanpa di telaah. Agama adalah warisan masa lalu yang jelas-jelas mempunyai perbedaan zaman di setiap perkembangannya. Tak jarang suatu agama menjadi melenceng dari ajaran awalnya. Banyak pihak yang salah menafsirkan pada kejadian masa lalu ataupun suatu ayat yang ada dalam kitab suci. Hal ini yang mengakibatkan muculnya pecahan-pecahan dari suatu agama tertentu. Kalau dalam satu agama saja udah timbul perbedaan-perbedaan. Mengapa kita harus anti dengan perbedaan-perbedaan lain yang salah satunya adalah perbedaan dalam beragama.
Peperangan antar agama sering terjadi bukan karena mempertahankan kepercayaan sendiri dari paksaan pihak lain agar memeluk agama orang lain, melainkan karena keegoan kita agar agama kita menjadi agama mayoritas. Kita bangga bila agama kita dianggap sebagai agama yang paling besar, agama yang paling benar, agama yang paling berkuasa dan berpengaruh. Bukannya itu adalah sebuah ke-egoan?

Selasa, 08 Februari 2011

Elegi Cinta




Dulu cinta itu begitu membara
Dariku untukmu
Darimu untukku
Cinta yang selalu terlindungi
Dari ketidak-perdulian
Dari cemburu
Dari amarah
Cinta yang selalu terjaga
Cinta yang selalu bertumbuh

Hingga saatnya kuyakin
Kutak bisa menemanimu lagi
Menghabiskan sisa hidup bersama
Ku tak ingin kau tahu
Hidupku sejengkal lagi

Berusaha kuhempas cintamu
Tanpa alasan
Kunistakan cinta suci ini

Tangismu juga tangisku
Walau kau tak akan pernah tahu
Betapa sembilu merobek hatiku
Mencincang tiada bersisa

Makilah aku
Benturkan kepalaku
Hempaskan tubuhku
Jangan kau diam
Jangan hanya tangismu

Kau adalah warna hidupku
Sebelum hanya ada putih nanti
Kau adalah rembulanku
Sebelum hanya ada malam gelap

Kini seseorang telah menemanimu
Bahagilah engkau
Hanya itu yang aku mau

Berikan cintamu padanya, seutuhnya
Karena aku tak akan bisa memberikan cintaku padamu
Lagi, sekarang dan esok

Cintaku akan aku bawa pergi
Dan kenangan bersamamu
Selamat tinggal cinta
Abadilah cinta

Minggu, 06 Februari 2011

Kerang Rebus atau Kerang Mutiara?

Waktu kerang mencari makan, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka,tutup, buka,tutup.

Suatu hari disaat cangkang seekor kerang muda terbuka, sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu. Sang kerang muda menangis sambil memanggil-manggil ibunya.
"Bu sakit bu..ada pasir masuk ke dalam tubuhku".
Sang ibu menjawab: "Sabar ya nak, jangan pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu".

Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya. Ia menangis, tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yg masuk ke dalam tubuhnya.

Hal itu terus menerus dia lakukan. Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.Beberapa saat kemudian, kerang2 itu dipanen. Kerang yg ada pasirnya dipisahkan dari kerang yg tdk ada pasirnya. Kerang tak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi 'kerang rebus'. Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal.

Mengapa begitu?
Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi inti mutiara.
Sama dengan kita, bila dalam hidup ini kita tak pernah ditempa oleh kesulitan maka kita tidak akan punya nilai tinggi dan akan bernasib seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan. Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi tiap kesulitan bahkan mampu memberi manfaat pada org lain ketika kita mendapat kesulitan, kita akan menjadi kerang mutiara yg sangat dibutuhkan orang dan yg kita hasilkan juga dipakai oleh orang2 terhormat.

Hidup adalah pilihan
Anda boleh memilih menjadi kerang rebus atau mutiara....
atau hanya sebutir pasir yg bikin air mata mengalir?

Rabu, 02 Februari 2011

Love, Again


Entah dari apa cinta itu dibuat, entah dari mana cinta itu didapat. Tak pernah ada yang tahu warna dan bentuk cinta. Dan memang tak perlu tahu apa dan bagaimana cinta. Rasalah…… hanya rasalah…. Akan ada banyak surga di dunia dengan hadirnya, akan muncul damai dengan secuil cinta, akan ada bahagia dengan cinta murni. Cinta yang hanya berpamrih pada mencinta. Bahagia dengan memberikan segenap cinta yang dipunya, tanpa tersisa. Karena akan ada cinta yang lebih besar datang padanya.
Adalah cinta yang terlukis indah di kanvas kehidupan. Hadir sejuta rasa, dan warna. Sebutlah cinta, agungkan cinta. Bangunlah dengan cinta, berjalanlah dengan cinta, bernafaslah dengan cinta. Kemudian matilah dengan cinta.
Kita lahir karena cinta, kita dewasapun karena cinta. Bisakah kita hidup tanpa cinta? Tidak…. Tidak…. Bahkan cinta akan hadir di setiap sudut sanubari. Tak aka nada yang sanggup mencabut dari sana. Cinta tetaplah cinta. Jangan pernah memanipilasi sebuah cinta. Ia akan selalu hadir dengan keinginannya sendiri. Di sadari atau tidak, diperlukan atau tidak.
Biarlah cinta mengalir di setiap pembuluh darah. Berdetak seirama dengan denyutan jantung fana. Ia tak akan mati walau semua telah berhenti. Ia tetap harus melaksanan tugasnya di dunia, bahkan di semesta. Biarlah cinta mengalir bahkan membanjiri semua yang ada. Ditubuh, di semangat, di jiwa, bahkan di batu yang diam tak bergerak.
Tidak ada kiamat dengan cinta. Jangan pernah takut. Biarkan beranimu menatap cinta. Cinta akan lebih berani menatap keberaniamu mengenggam cinta. Membelai cinta, tanpa menidurkannya. Mencintai cinta sedalam dalamnya.
Walau ada air mata dalam cinta. Tapi jauh lebih baik dengan tagisan kebencian. Air mata cinta akan menguap dan menjelma menjadi indah. Entah sekarang, besok, atau nanti, ia pasti datang membawa pelangi yang meramaikan jagat raya

Cyndiealia (a novel by pangeran Dekamora)


Bekerja ke kota ini, Cyndiealia yang biasa dipanggil ’Cyndie’ itu, hanya untuk menghindari Abel, mantan pacarnya, dan melupakan segala sakit hati yang telah ditorehkan oleh cowok yang pernah menjadi kenangan terindah itu.
Sebagai penjaga butik Alamanda, ia harus menuruti perintah pembeli yang meminta untuk mencoba gaun yang akan dibeli. Pembeli yang bernama Yudis itu ternyata membeli gaun hanya untuk meyakinkan kedua orang-tuanya bahwa saat ini ia sudah mempunyai pacar setelah putus dengan Jennifer. Jennifer adalah wanita yang penuh ambisi dalam meniti karir sehingga ketika Yudis melamarnya, ia bersedia menikah setelah dua tahun bekerja di Aussie. Masalahnya orang tua Yudis sudah memberikan deathline untuk segera menikah, sehingga pemuda mapan itu secepatnya mencari pengganti Jennifer agar ia dapat menghindari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dengan gadis yang bernama Tamara.

Cyndie terpilih menjadi pacar ’bohongan’ ketika Yudis tidak dapat menemukan cewek yang cocok untuk memerankan ’tokoh’ itu. Waktu demi waktu membawa mereka hingga menumbuhkan cinta diantara keduanya.

Ketika status Cyndie berubah dari ’pacar bohongan’ menjadi ’pacar beneran’, Yudis tidak berani berterus terang pada Rafditto, teman karipnya sendiri, karena takut bocor hingga ke telinga Jennifer. Hal ini yang menyebabkan Rafditto yang memandang sebelah mata pada Cyndie dengan penghinaan demi penghinaan tanpa ada perlindungan dari Yudis.

Perjuangan Cyndie tidak hanya menghadapi Rafditto yang congkak melainkan juga kedua orang tua Yudis yang beranggapan bahwa Cyndie yang ’orang biasa’ tak layak bersanding dengan Yudis yang kaya raya dan berdarah ningrat. Belum lagi sentimen supervisor di butik yang menfitnahnya mencuri gaun yang ada di counter.

Tidak hanya kesedihan yang mewarnai perjalanan Cyndie, ia bahkan menjadi orang tercantik dan menjadi perhatian semua orang yang ada di pesta pernikahan sepupu Yudis. Sayangnya kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena Jennifer hadir di situ dan Rafditto mengatakan pada para tamu bahwa Cyndie adalah cewek yang dibayar untuk menjadi ’pacar bohongan’ Yudis.

Bagai dunianya sudah kiamat, Cyndie berlari meninggalkan pesta dan bertekat meninggalkan kota ini. Cyndiealia bukanlah Cinderella, karena perjalanan kehidupan Cyndie lebih berat dari cerita dongeng itu, namun tak adakah cerita bahagia seperti akhir cerita Cinderella?

Selengkapnya klik disini

Selasa, 01 Februari 2011

Ironi Cinta


Kau cinta aku,
Seperti angin yang menyapu awan di keruhnya sang langit
Sedang cintaku seperti embun yang memberikan kesejukan dikala pagi

Kau cinta aku,
Seperti api yang menjilati kayu tua hingga menjadi abu
Sedang cintaku sedingin es namun mampu mengabadikan jasat para mahluk

Kau cinta aku,
Seperti mata elang yang memanah anak tikus
Sedang cintaku seperti tikus kecil yang mampu melubangi dinding pemisah

Kau cinta aku,
Seperti keangkuhan gunung pada sang badai
Sedang cintaku serapuh bulu angsa, namun mampu menghangatkan dikala malam

Kau cinta aku,
Seperti ombak yang tiada lelah menghampiri pantai
Sedang cintaku sediam danau, namun kau tak akan tahu dimana letak dasarnya

Kau cinta aku,
Seperti seperti batu karang yang tak roboh diterpa deburan ombak samudera
Sedang cintaku hanya seperti gemburnya sang tanah, namun menyuburkan tanaman hati

Kau cinta aku,
Seperti ketakwaan sang nabi pada tuhannya
Sedang cintaku sepasrah bayi yang tak akan melawan bila kau bawa pergi

Dan kau cinta aku,
Seperti langit yang tiada berbatas
Sedang cintaku hanya seujung kuku, namun akan selalu tumbuh bila kau potong

Menulis di pasir

Dikisahkan dua orang teman sedang berjalan melalui gurun. Selama dalam perjalanan mereka bertengkar dan salah satu teman menampar yang lain di wajahnya.
Teman yang ditampar kesakitan, tapi tanpa berkata apa-apa, menulis di pasir.
Mereka melanjutkan perjalanan sampai mereka menunemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Teman yang tadi ditampar terjebak dalam lumpur dan mulai tenggelam, tapi temannya menolong. Setelah dia pulih karena tenggelam, dia menulis diatas batu
Temannya yang tadi menampar sekaligus menyematkannya bertanya padanya, “setelah aku menyakitimu, kamu menulis di atas pasir, dan sekarang kamu menulis diatas karang, mengapa?”

Teman yang satunya menjawab “ketika seseorang menyakiti kita, kita seharusnya menulis di atas pasir, dimana angin pengampunan dapat menghapusnya. Ketika seseorang melakukan kebaikan pada kita, kita seharusnya mengukirnya diatas batu dimana tidak ada angin yang dapat menghapusnya.

Belajarlah menulis penderitaanmu di pasir dan mengukir kebaikanmu di atas batu karang

Kamis, 27 Januari 2011

Kopi dan Cangkir


Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni Univesitas Barkeley, california menjumpai dosen kampus mereka dulu, Melihat para alumni tsb ramai2 membicarakan kesuksesan mereka, profesor tsb segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yg berbeda-beda.


Mulai dari cangkir yg terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Profesor tsb menyuruh para alumni untk mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi.

Setelah masing2 alumni sdh mengisi cangkirnya dgn kopi, profesor tsb berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian smua memilih cangkir2 yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir2 yg murah dan tdk menarik. Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi.

Namun persoalannya, ketika kalian tdk mendptkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain & mulai membandingkan cangkir kalian. Pikiran kalian terfokus pd cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya."

Hidup kita seperti kopi dlm analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yg kita miliki.

Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati.
Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, karier yg bagus & pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yg sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yg kelihatan dari luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tdk pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal.

"Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya."


MusicPlaylistView Profile
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons